Rabu, 30 November 2011

10 Sekolah Menengah Pertama Terbaik di Jakarta 2011

Sekolah menengah pertama (junior high school) adalah jenjang pendidikan dasar pada pendidikan formal di Indonesia setelah lulus sekolah dasar (atau sederajat). Sekolah menengah pertama ditempuh dalam waktu 3 tahun, mulai dari kelas 7 sampai kelas 9. Pada tahun ajaran 1994/1995 hingga 2003/2004, sekolah ini pernah disebut sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP).

Murid kelas 9 diwajibkan mengikuti Ujian Nasional  yang memengaruhi kelulusan siswa. Lulusan sekolah menengah pertama dapat melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah atas atau sekolah menengah kejuruan (atau sederajat).
Pelajar sekolah menengah pertama umumnya berusia 13-15 tahun. Di Indonesia, setiap warga negara berusia 7-15 tahun tahun wajib mengikuti pendidikan dasar, yakni sekolah dasar (atau sederajat) 6 tahun dan sekolah menengah pertama (atau sederajat) 3 tahun.
Sekolah menengah pertama diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta. Sejak diberlakukannya otonomi daerah pada tahun 2001, pengelolaan sekolah menengah pertama negeri di Indonesia yang sebelumnya berada di bawah Departemen Pendidikan Nasional, kini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah kabupaten/kota. Sedangkan Departemen Pendidikan Nasional hanya berperan sebagai regulator dalam bidang standar nasional pendidikan. Secara struktural, sekolah menengah pertama negeri merupakan unit pelaksana teknis dinas pendidikan kabupaten/kota. Di beberapa negara, SMP berlaku sebagai jembatan antara sekolah dasar dengan sekolah menengah atas. Namun istilah tersebut dapat dipergunakan secara berbeda di beberapa negara, kadang-kadang saling berbanding terbalik. Untuk negara-negara yang mempergunakan bahasa Cina, khususnya di Cina, Taiwan dan Hong Kong, juga di Italia (= scuola media), SMP berkonotasi yang sama dengan secondary school. Oleh karenanya di beberapa istilah di pemerintahan dan institusi pendidikan, SMP adalah nama lain dari “junior high school”, yang pada dasarnya suatu sekolah setelah sekolah dasar.
SMP Terbaik di Jakarta
Penilaian SMP terbaik di Jakarta bisa dilakukan melalui hasil pencapaian UN 2011 yang telah dikeluarkan jhasilnya. Nilai tertinggi dalam UN 2011 di daerah pemprov DKI Jakarta diraih SMP Santa Ursula, disusul  SMPN 115, SMPN 85, SMP Kanisius, SMPN 19, SMPN 41, SMP Labschool Kebayoran, SMPK 2 Penabur, SMP Kristen VII, dan SMPN 49.
Inilah Daftar 10 Sekolah Menengah Pertama Terbaik  di Jakarta berdasarkan nilai kelulusan UN tahun 2011:
  1. SMP Santa Ursula Pada tanggal 25 November 1535 Persekutuan Santa Ursula didirikan oleh Santa Angela di Brescia, Italia. Beliau adalah seorang yang tanggap terhadap keadaan sosial waktu itu dan ingin menyehatkan keadaan masyarakat yang bobrok. Sejumlah gadis dikumpulkan, dididik dan dipersiapkan untuk kemudian dapat menangani masalah-masalah dalam lingkungan hidup mereka. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan, mereka mewujudkan nilai-nilai kristiani melalui pengabdian yang tulus dalam memperbaiki keadaan masyarakat pada umumnya dan kedudukan kaum perempuan khususnya. Pada tanggal 8 Agustus 1536 Persekutuan ini diresmikan oleh Gereja dengan pelidung Santa Ursula. Semboyan yang dipilih adalah : SERVIAM = AKU MENGABDI. Sejak tahun 1857 Suster-suster Ursulin mulai berkarya di Indonesia dengan lokasi di jalan Juanda. Dua tahun kemudian mereka memperluas pengabdiannya di Jalan Pos. No. 2, Jakarta. Karya Pendidikan di Sekolah merupakan bidang keraasulan yang utama. Selain itu mereka mengembangkan bentuk pengabdian lain, diantaranya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kerja sama di bidang pastoral
  2. SMPN 115. SMP Negeri 115 jakarta berdisi sejak tahun 1978, berlokasi di Jalan Tebet Utara III Jakarta Selatan. Setelah berjalan 20 tahun gedung yang ditempati SMP Negeri 115 Jakarta akhirnya direnovasi oleh Pemda DKI Jakarta yaitu pada tahun 2001. Selama dua setengah tahun renovasi gedung itu berjalan, dan pada awal tahun 2005 renovasi selesai dan mulai menempati gedung baru yang megah. SMP negeri 115 Jakarta sering disebut SMABELS. Di SMP ini telah tercatat berbagai prestasi diukir oleh siswa-siswinya, bahkan SMP Negeri 115 Jakarta ini merupakan pemasok terbesar siswa-siswi SMA Negeri 8 Jakarta yang merupakan sekolah SMA unggulan di DKI Jakarta. Hal ini tentu tak terlepas dari pembinaan para guru di sekolah ini. Dari tahun-ke tahun hingga kini banayak lulusan SD se DKI Jakarta yang berlomba-lomba ke SMP Negeri 115 Jakarta
  3. SMPN 85
  4. SMP Kanisius Kolese Kanisius selalu membenahi diri agar unggul dalam pelayanan pendidikan. Untuk itu, dibangunlah infrastruktur yang lebih memadai. Tahun 1991, dua bangunan depan Menteng Raya 66 dan 68 karya arsitek Belanda, Fermon-Cuypers, dihancurkan dan diratakan dengan tanah. Setelah itu dibangunlah gedung baru 4 lantai, dengan lotengnya sebagai markas PAKKJ (Perhimpunan Alumni Kolese Kanisius Jakarta). Fasilitas baru pun tersedia, seperti kantin, lapangan parkir, ruangan kelas baru untuk SMA, aula, dan laboratorium SMA. Aula lama di belakang yang tadinya hanya 1 lantai pun dibangun menjadi 2 lantai. Awal tahun 2000, ditetapkan aturan baru mengenai menyontek. Siswa SMP: sekali menyontek tidak bisa masuk SMA, dan 2 kali menyontek keluar dari SMP, dan SMA: satu kali menyontek langsung dikeluarkan dari SMA. Kolese Kanisius bertempat di Jalan Menteng Raya No. 64, Jakarta Pusat. Hingga kini Kanisius membuka kelas SMP (VII, VIII, IX). Yang menjadi ciri khas dari Kanisius adalah sifatnya sebagai kolese (college), dimana siswa tak hanya dibangun diri sebatas akademiknya saja namun memiliki sifat rohani dan beberapa sifat kelakuan yang ditonjolkan, yang dikenal dengan 3C. Prinsip 3C ini adalah Competence(kepintaran), Conscience (hati nurani), dan Compassion (kepedulian terhadap sesama). Dari prinsip ini dikembangkan beberapa prinsip lain yang berdasarkan 3C ini, yakni sikap kejujuran, sikap “man for and with others” (kita hidup untuk dan bersama sesama), berbagai Semangat Ignatian yang dibangun oleh Ignatius Loyola. SemangatIgnatian yang dibangun adalah Ad Maiorem Dei Gloriam (Demi Lebih Besarnya Kemuliaan Tuhan), magis (selalu semakin baik dari hari-ke-hari), refleksi, diskresi (mampu membedakan perbuatan baik dan jahat).
  5. SMPN 19. Sekolah Menengah Pertama Negeri 19 Jakarta adalah sebuah Sekolah Menengah Pertama yang tergabung dalam perwakilan sekolah SEAMEO Yang terletak di bilangan Gunung, Kebayoran Baru. SMP Negeri 19 Jakarta merupakan sekolah negeri bertaraf internasional. Wajar menjadi sekolah incaran warga DKI. Bahkan, karena banyaknya siswa yang kutu buku dan bintang sinetron, sekolah ini pun dikenal sebagai “anak-anak pintar dan bintang film”. Dengan kegiatan ekskulnya yang seabreg terutama paduan suara, sekolah ini telah menjadi ikon langgganan tampil di Istana Negara setiap tahunnya. Selain itu bidang akademik juga tidak ketinggalan, terbukti dari tingginya rata-rata perolehan nilai UN dan persentase siswa yang diterima di SMA Negeri favorit dan sederet piala yang terpajang diruang kepala sekolah, perpustakaan dan ruang OSIS. Mendapat julukan sekolah unggulan ditambah dengan kata plus” dan bertaraf internasional. tentu punya kebanggaan tersendiri. Itulah sebabnya banyak orang tua antusias dan mempercayakan SMPN 19 Jakarta bisa mengantarkan putra-putri mereka masuk ke sekolah negeri pilihan. Karena antusias masyarakat Jakarta dan sekitarnya yang sangat menginginkan putra/i-nya menimba ilmu di SMPN 19 Jakarta, membuat jumlah pendaftar yang masuk ke SMPN 19 Jakarta terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini membuat siswa/l terbaik saja yang dapat diterima di SMPN 19 Jakarta.
  6. SMPN 41 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 41 Jakarta, merupakan salah satu SMP Negeri berstandar nasional di daerah Jakarta Selatan. Kami selalu memberikan yang terbaik bagi Anda semua, bagi Orang Tua dan Murid. Mencerdaskan anak bangsa merupakan tujuan utama kami sebagai lembaga pendidikan, oleh sebab itu kami selalu mengedepankan kelayakan pendidikan bagi murid di SMP Negeri 41 Jakarta. SMP Negeri 41 Jakarta, memberikan pelayanan penuh dalam proses belajar mengajar. Kesinambungan antar guru dan murid membuat suasana belajar mengajar menjadi solusi bagi murid dalam menuntut ilmu pendidikan untuk menghadapi era globalisasi. Maju bersama SMP Negeri 41 Jakarta, Mencerdaskan anak bangsa untuk pendidikan yang lebih baik dimasa mendatang.
  7. SMP Labschool Kebayoran  Pada tahun pelajaran 2003/2004 SMP Labschool Kebayoran mendapatkan kesempatan diakreditasi oleh Badan Akreditasi Sekolah (BAS) DKI Jakarta. Dari hasil akreditasi yang dilaksanakan 16 Oktober 2003 tersebut, SMP Labschool Kebayoran terakreditasi dengan nilai A. Dengan demikian, sejak tahun pelajaran 2003/2004 sekolah ini berhak memberikan layanan ujian mandiri bagi para siswanya. SMP Labschool Kebayoran memiliki program-program unggulan yang dilaksanakan dalam satu tahun pelajaran. Program-program tersebut dilaksanakan secara kontinyu yang puncaknya dilaksanakan dalam kegiatan Bulan Bahasa
  8. SMPK 2 Penabur Sejarah SMPK 2 Pembangunan tidak dapat dilepaskan dari sejarah Gereja Kristen Indonesia yang sudah ada sejak zaman Belanda. Saat bersejarah yang penting dicatat ialah tgl. 19 Juli 1950 sebagai lahirnya Badan Pendidikan Tionghoa Kie Tok Kauw Hwee Khu Hwee Djawa Barat (selanjutnya disingkat BP THKTKHKH Jabar) berdasarkan Akte Notaris H.J.J. Lamers di Bandung yang diwakili oleh calon Notaris Tan Eng Kiam. SMPK 2 Penabur terletak di Jl. Pembangunan III no. 1 Jakarta Pusat. Dalam beberapa tahun terakhir siswa-siswi SMPK 2 berhasil meraih penghargaan dari berbagai kompetisi baik yang diselenggarakan di tingkat regional, nasional, maupun internasional.
  9. SMP Kristen VII SMP KRISTEN 7 BPK PENABUR mulai dibuka pada tahun ajaran 1984/1985 dengan nama SMP KRISTEN 5 PENABUR kelas jauh, masuk sore hari. Saat dibuka masih menumpang di SD KRISTEN 11 BPK PENABUR (Jalan Surya Bahagia II – Perumahan Sunrise Garden). Awal pembukaan menerima 56 siswa/i yang terdiri atas dua kelas 1 dengan jumlah guru 11 orang (10 guru berstatus honorer dan 1 guru berstatus tetap). Sebagai Kepala Sekolah pertama adalah Reginald S. Kurniawan, Wakil Kepala Sekolah adalah Jahja Prijatna dengan penghubung sekolah Jeanne Halim. Menjelang tahun ajaran 1985-1986, pengurus BPK PENABUR Jakarta berusaha mengubah jam belajar ke pagi hari. Usaha ini bukan tanpa masalah karena harus mencari tempat lain yang dapat menampung siswa/i karena di SD KRISTEN 11 BPK PENABUR sudah tidak mungkin menampung siswa/i SLTP KRISTEN 7 BPK PENABUR. Kebetulan GKI Surya Utama baru saja membeli sebuah gedung yang cukup besar dengan cepat pengurus BPK PENABUR saat itu memanfaatkan kesempatan ini untuk meminjam gedung tersebut dan ternyata hal ini langsung disetujui Majelis GKI Surya Utama.
  10. SMPN 49. Sekolah Standar Nasional yang bertaraf internasional dan berkompetisi global.

ITB – Program Studi S1 di ITB


Berikut ini adalah tabel pilihan program studi, fakultas, dan sekolah yang dapat dipilih oleh calon mahasiswa ITB.
KODE PILIHANFAKULTAS DAN PROGRAM STUDI
160Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), untuk peminat program studi : 
161Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH), untuk peminat program studi : 
162Sekolah Farmasi (SF), untuk peminat program studi : 
163Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), untuk peminat program studi : 
164Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM), untuk peminat program studi : 
167Fakultas Teknologi Industri (FTI), untuk peminat program studi : 
169Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD), untuk peminat program studi : 
165Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI), untuk peminat program studi : 
166Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL), untuk peminat program studi : 
199Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK), untuk peminat program studi : 
168Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), untuk peminat program studi : 
190Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM), untuk peminat program studi : 
Catatan :
  • Pada pelaksanaan SNMPTN, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) dapat dipilih melalui kelompok ujian  IPS. Sedangkan fakultas/sekolah lainnya dapat dipilih melalui kelompok ujian IPA.
  • Khusus peminat FSRD ITB di SNMPTN – Jalur Ujian Tulis, peserta SNMPTN yang bersangkutan diharuskan untuk mengikuti ujian keterampilan, selain dari ujian tertulis.

Minggu, 23 Oktober 2011

Pemenang Lomba Puisi BBPB



Angga Septian cahya

Dengan Judul "sang pujaan hati"

Sang Pujaan
Saat kutatap indah wajahmu
Aku selalu teringat akan tatapan Einstein
Yang selalu penuh dengan logika
Yang selalu menanam rumus E = mc^2

Indah matamu sebiru mata Blaise Pascal
Panjang rambutmu terurai dan saling berpotongan diagonal
Senyummu yang meluluhkan trigonometri hatiku
Membuatku selalu berpikir, kaulah untukku

Dari jauh hanya bisa kutatap dirimu
Aku yakin limit cintaku tak terhingga kepadamu
Volume kasihku takkan habis untukkmu
Aku hanya ingin memilikimu
ingin menjadikan dunia kita menjadi satu grafik lurus.

Segala pembuktian akan kutempuh untuk mendapatkan derajat cintamu,PARABOLA CINTAMU,DAN GRAVITASI SAYANG MU.
Menanamkan cintaku pada diameter hatimu
Menggambarkan diagram venn untuk pembuktian cintaku
Hanya untukmu, dan mendapatkanmu.

Setyo Uppy Fredy

Dengan Judul "Negriku Oh Negriku"

Tak bisa kuberkata
Tak bisa kuberucap
Alangkah eloknya negri ini
Pluralisme yg begitu menarik
Nilai-nilai pancasila yg fundamental
Menambah sensasinya negri ini
Toleransi dan solidaritas terikat
Multikulturalisme yg sangat menawan

Namun sekarang bumi pertiwi menjerit...
Konflik yg berkepanjangan
Kesenjangan multidimensional yg sangat tragis
Mungkinkah bangsa ini menangis?

Kalangan elit yg otoriter
Menindas rakyat jelata
Demonstrasi disana-sini
Semakin menambah parahnya negri ini
Korupsi merajalela
Kriminalitas semakin berkembang
Andai aku bisa merubah ini
Negriku...oh negriku...
Betapa malangnya dirimu...!

Setiawan Putraa Kalimaa

Dengan Judul "Kecewa"

Saat kulepaskan elektr0n cinta padamu, hilanglah sudah pkiran negative katoda, jadikan q berpkiran positif ttg dirimu, dan siap untk menarik hatimu..
Sinyal elektr0n cinta trnyata tak sia2, dan JJ thomps0n berjasa pada dunia , yg menemukan muatan yg berbda antara qta, menjadi perekat kuat tuk saling jatuh cinta. . .
Ketika aliran listrik menghujam sanubari qta, berdua qta hantarkan menuju lampu cinta, negativ ke katoda dan positiv pun pergi ke an0da, pertanda kuatnya elektr0lit cinta qta berdua,..
Namun kini ..
Semua sirna sudah
hantaran cinta tlah terhenti, dan tak mgkin dirangkai kembli,
kath0n mu telah berubah haluan, tak lg menuju kat0da, meninggalkan jauh disana, hingga q terpisah di kutub yg berbda,
merana .. .dan kecewa, hati q pun membeku,didasar kat0da yg tak tersentuh di sela2 larutan elektr0lit yg lemah

Lina Magana

Dengan Judul "Dengar Ibaan Satwa"

Spektrum iba menerobos hingga rongga dada
Rambatan ronta terdengar makin menyiksa
Ialah jeritan satwa
Satwa disiksa manusia

Ringkuhan jasad satwa bagai tak bernyawa
Dibengkalai biadab ego manusia
Hidup mereka bagai hanya silsilah fana
Habis mati musnahlah sudah

Namun, masih ada gelintiran manusia
Manusia yang tak sama biadabnya
Manusia yang masih terdapat orbital kosong di dalamnya
Kekosongan untuk mengasihi para satwa
Lhya Luph tenri

Dengan Judul "Ludah yang Kering"

Lihatlah!
masih adakah hati yang berisi?
ketika logika sudah berbau terasi
ketika nurani kian ter-erosi..
di kilatan hujan pesona yang tidak kunjung basi

Lihatlah!
Dendang-an birokrat dan wakil berdasi..
penuh kegiatan sinetron mengejar kursi
Ketika tikus sibuk pesta korupsi
kucing justru giat pamer gusi...
terbuai diempuknya jok mercy

Lihatlah!
Gempita riuhnya demokrasi
menumbuhkan nurani yang semakin membesi
saat Rakyat butuh nasi..
namun justru di kremasi

Ah, sudahlah!
ini bukan Demonstrasi. .
ini juga bukan mosi...
ini hanyalah puisi...
dari yang hidup namun sesungguhnya mati!

Selasa, 18 Oktober 2011

Mana yang Lebih Banyak, Orang Hidup atau Orang Mati?

Mana yang Lebih Banyak, Orang Hidup atau Orang Mati?

Melihat laju pertumbuhan penduduk dunia tentunya akan membuat kita geleng-geleng kepala. Mungkin pertanyaan pertama yang terpikir oleh Anda ialah apakah beberapa abad ke depan Bumi masih muat menampung seabrek penduduknya? Lalu terbersit pertanyaan di kepala saya: Mana yang lebih banyak, Orang hidup atau orang yang sudah mati? Sebagai gambaran, berikut grafik jumlah penduduk dunia dari tahun ke tahun.

Jadi menurut Anda, manakah yang lebih banyak?

Saya akan mencari solusinya menggunakan model matematika. sebelumnya, kita ambil asumsi-asumsi berikut untuk mempermudah perhitungan.
  1. Gunakan skala waktu dalam generasi (+/- 70 tahun)
  2. Gunakan model diskret dan anggap tiap orang hanya hidup dalam satu selang generasi sehingga pada generasi berikutnya ia dianggap mati. Dengan demikian, jumlah orang yang hidup kita nyatakan dalamf(t) dan jumlah orang yang mati ialah jumlah dari f(0) hingga f(t-1).
  3. Asumsikan fungsi jumlah penduduk berdasarkan waktu  f(t) = t2. Silakan mencoba fungsi lain yang nampaknya sesuai.
Dengan kedua asumsi tadi, kita telah menyederhanakan problem ini sehingga dapat dituliskan sebagai:




Tentu saja model ini hanyalah suatu pendekatan, namun cukup baik untuk menjawab pertanyaan di atas. Nah, di awal pembuktian kita coba ambil persamaan orang mati < orang hidup.



kita ambil lagi pendekatan integral (lihat di sini) sehingga persamaan di atas menjadi:



Dengan memasukkan nilai f(t) diperoleh:













atau jika diintegerkatn t<5.
Kita coba gambarkan tabelnya

t  1  2  3  4  5  
hidup1491625
mati0151430

Terlihat untuk t>5, jumlah orang mati sudah lebih banyak dari orang hidup jika fungsi jumlah pendudukf(t) = t2. Mengingat manusia sudah ada selama puluhan ribu tahun, tentu saja sudah berada pada t yang sangat besar. Silakan analisis fungsi fungsi jumlah penduduk dunia menggunakan regresi kalau masih tidak percaya. Jika Anda hitung dan memasukkan funsinya dalam model di atas saya yakin jumlah orang yang sudah mati lebih banyak daripada jumlah orang yang hidup. Malah jika diteliti dengan seksama, berapapun tanjakan dari fungsi f(t), t10 sekalipun akan ada suatu waktu di mana jumlah orang mati melampaui yang hidup.


[UPDATE]
Berikut adalah koreksi berdasarkan komentar dari Pak Mariano, saya mengucapkan banyak terima kasih atas apresiasinya terhadap tulisan saya dan sikap kritisnya yang patut ditiru. Saya sengaja hanya menambahkan update di bagian bawah -- tidak memposting ulang, selain karena pemodelan yang lalu setelah saya teliti tidak ada yang keliru, hanya pendekatan fungsi saya yang kurang tepat, tentu saja juga karena proses berpikir itu indah. Sekarang saya akan mengambil fungsi eksponensial satu suku dengan mantissa sembarang yang dapat ditulis f(t) = xt, di mana x kelipatan jumlah penduduk (hidup) tiap masa satu generasi. Jika dimasukkan dalam model menjadi:













Agar t memiliki nilai, nilai dalam kurung (yang di-log-kan) harus bernilai lebih besar dari nol (ingat log dari bilangan nonpositif tak terdefinisi). Dengan metode komputasi, saya peroleh x ≈ 1,972 dengan kata lain thanya terdefinisi untuk x < 1,972. Nah,pertanyaannya apakah dalam kenyataan nilai x ini lebih kecil dari pada 1,972? Setelah meninjau data-data jumlah penduduk dunia (dapat dilihat di sini atau di sini). Dengan mengingat asumsi ke-1 saya mengambil kisaran sebagai berikut:

tahun     jumlah penduduk (trilyun)
16100,5
16800,6
17500,72
18201,0
18901,5
19603,1
2030~9(perkiraan)

Berdasarkan data belakangan ini diperoleh rasio rata-rata tidak sampai dua kali, apalagi untuk periode yang lebih lama dari 1610. Tentu saja terlihat rasio semakin meningkat juga dan jikalau prediksi pada tahun 2030 sesuai maka rasionya menjadi 3. Mungkin karena belakangan ini tidak ada perang besar dan bangsa-bangsa Asia tengah menggenjot perkembangannya. Well, karena di sini saya mendapat rasionya lebih kecil dari pada 2 dan sedikit lagi cakaran pada kertas saya, saya mengambil kesimpulan jumlah orang mati masih lebih banyak dibanding orang hidup. Tapi mengingat rasio itu cenderung bertambah bisa saja pada suatu masa orang hidup menjadi lebih banyak.